Yunani sebagai rahim komedi

Hampir bisa dipastikan, manusia sudah mengenal humor dan meresponsnya dengan tawa secara naluriah jauh sebelum humor dikemas menjadi suatu bentuk hiburan bernama komedi. Namun, peradaban Yunani Kunolah yang pertama kali menuliskan di buku sejarah kapan manusia tertawa, yaitu 2.500 tahun lalu.

Ya, sekitar tahun 487 SM, sudah telah ada fenomena saat publik berbondong-bondong menggeruduk teater demi menonton komedi.

Continue reading →

Siapa mentor-mentor Kevin Hart?

Tak mungkin mengesampingkan Kevin Hart di industri stand-up comedy saat ini. Selain tergolong sebagai comic produktif, terbukti dari rilisnya empat special sejak 2009, Kevin juga cukup sering dijumpai di layar lebar. Sumber rezekinya yang beragam ini lantas mengantarkannya sebagai comic dengan pemasukan tertinggi tahun 2016 versi Forbes, mengalahkan Jerry Seinfeld yang bertahun-tahun menjadi jawara.

Prestasi comic 37 tahun ini tentu tak didapat dengan mudah. Ada kerja keras dan tekad yang luar biasa di balik kesuksesannya. Apabila Anda penasaran siapa saja orang-orang yang mampu membuat Kevin Hart sebesar sekarang, mungkin ini saatnya bertemu dengan para mentor ayah dua anak itu.

Continue reading →

Robert Klein, “Neil Armstrong”-nya stand-up comedy

Amerika Serikat di era 70-an pada dasarnya hanya menyediakan tiga cara bagi masyarakat untuk menikmati stand-up comedy. Selain melalui cara konvensional, yaitu mendatangi langsung comedy club terdekat, penikmat seni ini bisa mendengarkan rekaman joke yang disimpan dalam piringan hitam atau menunggu penampilan singkat comic yang ‘menumpang’ program televisi The Tonight Show.

Namun secara tiba-tiba, Robert Klein mendobrak tradisi tersebut.

Continue reading →

Merekam stand-up comedy

Ketika usia stand-up comedy masih sebiji jagung, Pandji Pragiwaksono menyeruak dengan ide untuk menggelar special show atas namanya. Pada 28 Desember 2011, ia merealisasikan ide tersebut dengan berdiri di panggung Usmar Ismail Hall dan menyampaikan jokes-nya secara live selama lebih dari sejam.

Pagelaran bersejarah itu ternyata mendapat respons yang mengejutkan dari penikmat stand-up comedy Tanah Air, terutama di Jakarta.

Continue reading →

4 Momen menyenangkan saat nonton (lagi) Merem Melek Tour – The Finale

Sejarah penting stand-up comedy di Indonesia sebagai industri ditandai pada 28 Desember 2011. Di Usmar Ismail Hall, Pandji Pragiwaksono menghelat stand-up comedy special pertama di Tanah Air, Bhinneka Tunggal Tawa.

Namun, 21 April 2012 juga menjadi saat yang tak kalah penting. Merem Melek Tour, stand-up comedy show keliling pertama di Indonesia, dimulai. Meski sudah hampir lima tahun berlalu, menikmati aksi Ernest Prakasa selama lebih dari 50 menit lewat kepingan DVD ternyata masih sukses menghadirkan kegembiraan, setidaknya bagi saya.

Continue reading →

Apa yang dibahas Chris Rock di Total Blackout?

Dahaga fans Chris Rock terpuaskan juga setelah sembilan tahun lamanya ia menghilang dari panggung stand-up comedy. Total Blackout menjadi persembahannya yang kelima sejak stand-up comedy special perdananya, Big Ass Jokes, ditayangkan di HBO pada 1994.

Tak seperti yang telah diprediksi sebelumnya, ada kejutan di set list bapak dua anak itu. Di tur Total Blackout, Chris menjadi comic yang berbeda.

Continue reading →

Saat clean comic merasa “terkutuk”

Tak banyak comic seperti Brian Regan atau Jim Gaffigan. Keduanya adalah comic yang punya pasar penikmat yang besar, gara-gara tipikal joke-nya yang relatif aman dan bersih. Wajar kalau mereka mendapat julukan ‘clean comic’.

Namun, dua ayah yang sama-sama sudah berkarir lebih dari 25 tahun di industri komedi itu malah merasa tak nyaman dengan sebutan tersebut.

Continue reading →

Mewawancarai saudara Louis CK

Sebagai nama yang sudah tak asing lagi di industri komedi Amerika Serikat, bahkan begitu sering diperbincangkan oleh comic-comic di Indonesia, Louis CK memang luar biasa. Selain dikenal sebagai comic dengan materi mengesankan, terutama soal self-depreciating dan opini yang unik, ia adalah aktor, penulis, sutradara, dan produser kondang. Karya terbaiknya sejauh ini adalah Louie, TV series semi-autobiografinya yang sukses mendatangkan beberapa piala Emmy Awards.

Ironisnya, nasib saudaranya justru 180 derajat berbeda.

Continue reading →

Perlukah para penulis skrip sitcom bekerja dalam satu ruangan?

Ada sebuah rahasia yang diungkap Peter Mehlman dari Seinfeld. Setelah cukup lama menjadi orang dalam di salah satu sitcom tersukses di Amerika Serikat itu, tepatnya dengan menjadi penulis skrip Seinfeld terbanyak dengan 22 episode, Peter paham betul bagaimana pola kerja rekan script writer-nya bekerja.

Continue reading →