Kekuatan lelucon kodian

Hina, jika seorang comic membawakan joke milik orang lain, terlebih jika joke tersebut adalah lelucon kodian. Di dunia stand-up comedy yang mendewakan personalisasi dan “orisinalitas”, begitulah pandangan yang beredar dan dianut oleh pelakunya. Joke kodian, atau ada juga yang menyebutnya sebagai street joke, biasa dipahami sebagai lelucon yang sudah amat lazim terdengar dan beredar lama di tengah masyarakat.

Akan tetapi, lelucon kodian itu sendiri tak sepenuhnya nista.

Continue reading →

Sebuah kedengkian pada penonton Setengah Jalan Jakarta

Sabtu, 13 Mei 2017, Ernest Prakasa merampungkan rangkaian tur keempatnya sepanjang enam tahun berkarir sebagai seorang comic. Seperti biasa dan yang sudah-sudah, Jakarta, persisnya di Teater Besar, Taman Ismail Marzuki, menjadi persinggahan terakhir stand-up comedy show keliling Indonesia berjudul Setengah Jalan itu.

Dari pengamatan saya, muncul beragam testimonial positif dan ucapan selamat yang disanjungkan pada orang penting di balik Cek Toko Sebelah tersebut pasca #SetengahJalanJKT. Namun, mungkin, saya seorang penikmat sekaligus penonton yang kurang bersyukur. Sebab, walaupun Malang sempat disinggahi, tepatnya sebagai kota keempat (karena di Makassar ada kendala), saya masih merasa iri kepada para penonton show yang dihelat pada 13 Mei 2017 itu; sebabnya pun sepele.

Continue reading →

Comic untuk keluarga

Sama seperti media massa ataupun produk kecantikan, seorang comic juga perlu memikirkan segmentasi pasar jika ingin ikut bermain dan bertahan di industri ini. Contoh sederhananya adalah dengan menjadi bagian dari dikotomi ‘comic televisi’ atau ‘comic bawah tanah’. Apa pun pilihannya, tentu menjadi kebebasan masing-masing pelakunya.

Namun dari beragam opsi kategori yang tersedia, munculnya kelompok comic keluarga menjadi fenomena menarik.

Continue reading →

Pesona Jimmy Fallon yang keterlaluan

Besar dengan rasa ketertarikan terhadap musik dan tentunya komedi, nama James Thomas Fallon telah menjelma sebagai primadona industri hiburan. Pria kelahiran 19 September 1974 itu kini menjadi komedian pop sekaligus top, ditengarai karena tampan dan lucu (walau bagi beberapa orang tidak).

Continue reading →

Menelusuri asal-usul ‘komika’

Sepemahaman saya, Bahasa Indonesia sudah biasa menyerap kata atau istilah dari bahasa asing. Lihat saja ‘Ahad’, ‘esai’, atau ‘hotel’.

Kebetulan, stand-up comedian Indonesia hingga beberapa kelompok masyarakat di sini sudah akrab dengan istilah ‘komika’, yang penggunaan dan artinya tak jauh berbeda dengan istilah Bahasa Inggrisnya, yakni ‘comic’, ‘stand-up comic’, atau ‘stand-up comedian’ itu sendiri.

Penasaran, saya pun mencari tahu siapa yang pertama kali mencuitkan kata ‘komika’.

Continue reading →

Amy Schumer buktikan comedienne juga bisa kaya

Saya kenal Amy Scumer setelah menikmati Mostly Sex Stuff – yang tentunya didapat dari membajak. Stand-up comedy special yang direkam tahun 2012 itu adalah penampilan pertama Amy untuk layar kaca, yang secara materi cukup mengesankan dengan laugh per minute yang padat. Tipikal joke-nya pendek-pendek dan kerap satir, kadang juga dibumbui dengan story telling dan opini tentang hubungan percintaan dan feminisme.

Continue reading →