Syebal bukan tentang kesebalan banal

Jujur, sebagai orang luar, Stand-up Indo Jogja adalah salah satu komunitas yang bisa membuat saya angkat topi tinggi-tinggi. Sejauh mengamati kesenian ini dari tahun 2012, Jogja adalah pabrik besar untuk pelaku industri stand-up comedy layar kaca. Tak hanya banyak, tetapi juga variatif, baik dari segi tipikal komedi maupun generasi. Mereka konsisten melahirkan komika semacam Wisben Antoro, (alm) Gareng Rakasiwi, Oom Imot, Beni Siregar, Hifdzi Khoir, Radit Vent, sampai Mukti Entut dan Ali Akbar.

Tahun ini, satu nama yang masih muda tapi berjam terbang tinggi mencoba mengukir historinya sendiri: Tantoko Yawo.

Sudah terjun sejak 2012 sedari SMA, Koko akan melakoni stand-up comedy spesial pertamanya pada 29 Agustus 2018 mendatang di Auditorium Institut Français Indonesia / Lembaga Indonesia Prancis, Jogjakarta. Ia memang bukan comic lulusan kompetisi televisi nasional, tetapi sudah lumayan kenyang pengalaman. Naik Kelas (2014), stand-up comedy show yang ia gawangi bersama lima komika lain Stand-up Indo Jogja menjadi monumental bagi Koko. Pasalnya, gara-gara itu komitmennya untuk tidak berhenti berkarya sampai di sana saja muncul.

“Kenapa namanya Syebal? Karena gua geregetan, gua sebal sama diri gua sendiri. Dan gua mau menyampaikan apa yang membuat gua sebal,” katanya.

Kalau mau memahami, judul stand-up comedy special tersebut dan tipikal komedi Koko di atas panggung memang berkorelasi. Sebagian besar orang yang pernah menyaksikan penampilannya pasti sepakat kalau comic asal Bekasi ini bersenjatakan komedi observasi, hal yang hanya bisa dengan mudah dilakukan para komedian yang mudah terganggu atau sebal akan hal-hal sepele atau rutinitas sehari-hari yang acapkali kita lewatkan begitu saja.

Walau begitu, ketajaman observasi bukanlah satu-satunya senjata netizen yang juga doyan membuat konten gambar lucu di Instagram ini. Yusril Fahriza, yang kala itu menjadi salah satu penonton dan pengulas Naik Kelas, menyebut kalau “set list rapi, pembagian dialog yang nyaman untuk didengarkan, bridging dari satu bit ke bit yang smooth” adalah beberapa kenikmatan yang disuguhkan Koko.

Modal sekompleks itu menjadi jaminan penonton Syebal nanti bisa ikut merasakan kesebalan Koko dan menertawakannya bersama.

Yang membikin Syebal menjadi benar-benar spesial adalah di pertunjukan ini, Koko bakal membawakan materi yang belum pernah dipakai di show lain. Bukan semata-mata karena materi tersebut masih gres, tetapi karena ia masih menyimpan ketakutan untuk membawakannya di panggung stand-up comedy biasa. Syebal adalah wadah dan momen yang tepat, menurutnya.

Andang Ristian (finalis Stand-up Comedy Academy Indosiar Season 3), Dhika Haryo, dan saya didapuk sebagai penampil sebelum pemilik Syebal muncul. Tiket seharga Rp35.000 (pre-sale) bisa dibeli melalui bit.ly/syebal29. Sedangkan saat hari-H, tiketnya seharga Rp50.000, itu pun kalau masih ada sisa dari 100 kursi yang disediakan.

Kasih tahu netizen kalau ada situs komedi macam ini, dong!

Leave a Reply

Your email address will not be published.