Oi! Jaga Mulut: Tutup mulut Anda sekarang dan nikmatilah dengan riang!

Saya dan rekan-rekan di komunitas Stand-up Indo Malang sering mendengar Reggy Hasibuan berbagi pengalamannya saat show di luar negeri, termasuk ketika di Malaysia, Filipina, hingga Kamboja. Sebagai komika Indonesia yang merintis hal tersebut, tentu ia punya hak dan kapabilitas. Tak cuma dari segi teknis, seperti crowd work di hadapan penonton berlatar belakang berbagai negara atau hal-hal aneh yang kadang terjadi selama kunjungannya di sana, kerap juga ia menceritakan bagaimana tipikal comic-comic di sana. Sayangnya, hal itu hanya membuat saya makin penasaran dengan para comic dari negeri-negeri jiran.

Dengan segala keterbatasan, saya coba memadamkan kemelitan ini dengan cara yang murah meriah: menonton Harith Iskander di YouTube, juga satu dua comic Malaysia lainnya. Namun, karena kebanyakan hanya video cuplikan atau sekadar show biasa, rasanya sebagai penikmat awam dari karya nagari seberang, saya butuh pemicu lain supaya bisa mengenal lebih banyak komika negara tetangga.

Oi! Jaga Mulut jadi solusi terbaik saya untuk saat ini. Konten eksklusif dari iflix ini diumumkan rencana kehadirannya sedari April 2017 lalu. Tiga bulan berselang, platform video streaming on-demand tersebut merilis versi Malaysianya. Oh ya, selain di Malaysia, seri orisinal komedi ini juga dibuat di dua negara lainnya, yakni di Filipina dengan nama Huy! Bibig Mo dan Oi! Jaga Lambe untuk Indonesia. Pastinya, tak lama lagi keduanya bakal menyusul Oi! Jaga Mulut.

Dari penjabaran iflix, konten berformat stand-up comedy ini menjanjikan show yang berani dan tanpa sensor. Dalam keterangan resminya, “Netflix-nya Asia” ini menyatakan bahwa serial ini “adalah eksperimen berani, menampilkan jenis humor yang sebelumnya hanya terdapat di klub komedi, menghadirkan baik wajah lama maupun baru, menjanjikan adegan komedi yang kasar dan sangat lucu.” Alhasil, penonton berusia 18 tahun ke bawah tidak disarankan menikmati konten ini, karena tak jarang para lineup melontarkan makian dan bahasa ofensif atau membawakan humor untuk dewasa.

Secara garis besar, serial dengan tujuh episode per season-nya ini berformat layaknya Comic Action atau Ala Ryan yang pernah ditayangkan di Kompas TV. Setiap episode menghadirkan tiga comic yang tak cuma ber-stand-up comedy sekitar 5 menit di depan live audience, tetapi juga memainkan game bersama komika tamu. Jadi selain comic-comic asal Malaysia yang personanya pun telah beragam, turut memeriahkan juga Jon Atherthon, comic asal Australia, dan komika kedua Indonesia yang melakoni tur dunia, Mo Sidik.

Versi saya, menikmati tayangan yang dipandu oleh Haniff Hamzah ini cukup memuaskan. Minimal, saya jadi mengenal Joanne Kam, ratu komedi Malaysia dengan materi vulgarnya; Sim Tong, yang memamerkan perspektif comic Tionghoa dalam usia matangnya yang belum saya dapat dari komika dengan persona serupa di sini; atau Keren Bala Devan, si pemarah yang lucu plus mengesankan. Yang dijanjikan iflix bahwa Oi! Jaga Mulut adalah konten “comedy hardcore” pun kesampaian, meski sedikit di luar ekspektasi saya karena ternyata definisi komedi kasar bagi kebanyakan comic Malaysia bukanlah topik soal SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan). Rasanya, topik itu bukanlah masalah kalau dijadikan menu utama, karena tampaknya konsumen konten seperti ini kebanyakan berasal dari kalangan millennial yang tak terlalu konservatif.

Kalau Anda penasaran, Oi! Jaga Mulut bisa dinikmati di iflix, baik melalui aplikasi di smartphone Anda maupun via browser di desktop. Unduh saja aplikasinya di Apple App Store maupun Google Play Store atau kunjungi iflix.com. Sembari memantapkan diri untuk melanggan layanan premiumnya, jajal saja free trial-nya dulu selama 30 hari.

Untuk versi Indonesianya, yakni Oi! Jaga Lambe, kabarnya tengah dalam proses produksi dengan host Ananda Omesh. Akan ada beberapa comic besar nasional yang dipastikan tampil dan juga rumornya muka-muka yang belum menghiasi kompetisi televisi stand-up comedy nasional tapi jam terbangnya sudah lumayan. Kapan rilisnya? Menurut informasi dari juru bicara iflix yang saya dapatkan, Oi! Jaga Lambe diproyeksikan rilis kuartal keempat 2017. Jadi, tunggu saja sambil menikmati versi jirannya dulu.

Leave a Reply

Your email address will not be published.