Perlukah para penulis skrip sitcom bekerja dalam satu ruangan?

Ada sebuah rahasia yang diungkap Peter Mehlman dari Seinfeld. Setelah cukup lama menjadi orang dalam di salah satu sitcom tersukses di Amerika Serikat itu, tepatnya dengan menjadi penulis skrip Seinfeld terbanyak dengan 22 episode, Peter paham betul bagaimana pola kerja rekan script writer-nya bekerja.

Kepada Mike Sacks di buku Poking a Dead Frog, Peter dengan sangat tegas menyatakan bahwa tiap anggota tim penulis Seinfeld adalah pekerja soliter. Alhasil, selama sembilan season menghasilkan line dan situasi untuk Jerry Seinfeld, George Costanza (Jason Alexander), Elaine Benes (Julia Louis-Dreyfus), dan Cosmo Kramer (Michael Richards), mereka tidak pernah punya satu ruangan khusus untuk melahirkan suatu skrip Seinfeld dari nol.

“Tidak ada. Kami hanya duduk bersama hanya saat skripnya perlu dibedah bersama-sama. Para penulis Seinfeld menulis dan mengumpulkan tiap episode berdasarkan story line mereka sendiri, kemudian kami memberikannya pada Larry [David] dan Jerry [Seinfeld], yang berhak menerima atau membuang skrip tersebut… Tidak ada satu ruangan pun yang berisikan para penulis yang duduk, menulis, dan mempresentasikan idenya.”

Alih-alih memandang ruangan khusus writer sebagai kebutuhan, eks jurnalis The Washington Post, The New York Times, GQ, dan Esquire itu mengaggap bekerja dalam suatu ruangan malah menghambat kinerja para penulis skrip Seinfeld. Menurut Peter, sistem semacam itu tak akan bekerja karena ada terlalu banyak orang di suatu tempat dengan aktivitas yang beragam, seperti bolak-balik ke kamar mandi hingga menyeduh kopi. Alhasil, konsentrasi tiap orang pun rentan buyar.

“Punya ruangan khusus writer sangat mendukung untuk tidak menyelesaikan pekerjaan… Everybody just wants to get out of that room,” tandasnya.

Selain itu, secara pribadi Peter merasa terganggu dengan sistem mempresentasikan joke dalam skrip. Barangkali, joke yang telah dituliskan sudah terlanjur diproyeksikan untuk dibawakan suatu karakter dengan situasi tertentu, sehingga menjadi kikuk rasanya jika dibawakan oleh yang ditunjuk membawakannya di depan script writer lain pula.

“Saya tidak pernah bisa bertahan di saat joke dipresentasikan. Ada tekanan yang berat untuk membuat joke yang lebih baik daripada milik orang yang duduk 2 kaki [sekitar 60 cm] di dekat Anda. Saya rasa ini bukanlah atmosfer kontemplatif yang kerap diasosiasikan dengan kreativitas.”

Tentunya, apa yang dilakukan Peter ini bukan pola yang saklek bagi tim penulis skrip sitcom atau skrip apa pun. Setidaknya, publik jadi tahu bahwa ‘show about nothing’ tersebut benar-benar lahir dari ketiadaan dan ada beragam tantangan selama pembuatannya.

 

 

(sumber gambar: angelastreetwriter.wordpress.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published.