Pesona Jimmy Fallon yang keterlaluan

Besar dengan rasa ketertarikan terhadap musik dan tentunya komedi, nama James Thomas Fallon telah menjelma sebagai primadona industri hiburan. Pria kelahiran 19 September 1974 itu kini menjadi komedian pop sekaligus top, ditengarai karena tampan dan lucu (walau bagi beberapa orang tidak).

Tak percaya? Coba dengarkan apa kata Jerry Seinfeld di web series Comedians in Cars Getting Coffee Season 5 episode kedelapan. Pemandu The Tonight Show di NBC itu dideskripsikan sebagai “orang yang sangat amat menyenangkan.” Jerry bahkan berani menjamin ketika berada di dekat Jimmy, siapa pun Anda, “Anda bisa bersuka cita.”

Wajar, sejak di bangku sekolah, ia dikenal sebagai class clown hingga pernah memenangkan kontes komedi karena menirukan Pee-wee Herman, karakter fiktif yang dimainkan komedian Paul Reubens.

Mungkin, salah satu anugerah Jimmy – selain bakat impresionisnya – adalah kharisma serta ketampanannya yang begitu menjual di industri hiburan. Setidaknya, salah satu ‘korbannya’ sudah diketahui dan mengakui sendiri. Dialah Budd Friedman, pemilik comedy club The Improvisation atau biasa disebut The Improv saja. Budd adalah orang yang cukup berperan terhadap meroketnya karir Jimmy hingga seperti sekarang.

“Saya ingat ketika ia datang ke club [The Improv]. Dia terlihat cute dan adorable,” Budd menjabarkan pandangan pertamanya terhadap pria calon aktor Taxi dan Fever Pitch waktu itu.

Meskipun malam itu Budd masih belum memikirkan kerja sama apa pun, tak lama ia lantas mem-booking Jimmy.

“Dia sangat charming dan langsung memenangkan hati saya,” jelas Budd lagi saat diwawancarai Collider (09/02/15).

Di usaha awalnya merintis karir di bisnis komedi, Jimmy kemudian mendapatkan panggung stand-up comedy reguler berkat Budd, walau ia bukanlah headliner dan hanya tampil di sela-sela penampilan comic lain. Bayaran Jimmy di masa itu adalah 7.5 USD (sekitar Rp 100 ribu) per set.

Ia bisa dibilang beruntung karena umumnya Budd mengaudisi dulu para comic sebelum menjalin kerja sama. Sekali audisi pesertanya bahkan dapat mencapai 100 orang. Sesudah merasakan keberuntungan itu, anehnya Jimmy secara tiba-tiba malah mengundurkan diri.

“Dia bilang kepada stage manager, ‘Saya harus pergi besok. Saya dapat [kesempatan untuk tampil di] Saturday Night Live‘,” kisah Budd.

Jimmy Fallon akhirnya bergabung ke SNL pada usia 23 tahun, tepatnya di audisi keduanya. Dewan juri tertawa lepas hingga pada akhirnya meloloskannya setelah menirukan mimik dan cara bicara Adam Sandler. Di SNL, ia dikenal kerap keluar dari karakter yang tengah ia mainkan dengan tiba-tiba terkekeh sampai menjadi ciri khasnya. Walau di satu sisi termasuk ketidaksempurnaan dalam berakting, breaking character yang dilakukan Jimmy dinilai cukup sering ‘menyelamatkan’ sketsa itu sendiri, seperti dijelaskan oleh MTV (19/09/15).

Namun di komedi, Anda tak akan pernah bisa memuaskan semua orang. Jimmy dinilai tak lucu, lantaran kemampuan utamanya hanya impersonasi. Sebagai host, teknik wawancara suksesor Jay Leno itu juga dipandang buruk. Tudingan miring ini kian parah karena job Jimmy Fallon terlalu banyak dan terkesan overrated, misalnya dengan menjadi pemandu Golden Globe Awards ke-74 sampai menjadi model Calvin Klein.

“Impersonasi adalah bentuk terendah komedi, lebih rendah dari permainan kata-kata, Dan mengimpersonasi Gilbert Gottfried, Jerry Seinfeld dan Adam Sandler adalah strata terendah di impersonasi. Fallon sering sekali mengimpersonasi ketiganya,” kritik Tim McCloskey, penulis PhillyMag (24/02/14).

Dalam kesempatan berbeda, Andrés du Bouchet, eks penulis Late Night Show, berpendapat bahwa sesi adu lip-sync antarselebriti di acara milik Jimmy Fallon itu tidak kreatif. Walau faktanya, tak jarang sesi tersebut ramai dibicarakan netizen di media sosial. Keluhan Andrés itu pada mulanya diunggah ke akun Twitter pribadinya, tetapi sekarang sudah dihapus. ‘Untung’ UpRoxx (04/08/15) telah mengabadikannya.

Terlepas dari dua pandangan miring di atas dan di luar sana yang tak sempat dituliskan atau diketahui banyak orang, Jimmy Fallon tetaplah Jimmy Fallon dengan kemampuannya untuk membuat banyak orang senang dan terhibur.

Apakah Tim dan Andrés hanya sirik kepada Jimmy? Mungkin iya, mungkin tidak. Apakah Jimmy terlalu tampan sehingga rezekinya terlampau lancar? Kalau dinobatkannya ia di daftar 50 Most Beautiful People versi People tahun 2002 dihitung, bisa jadi begitu. Tapi selagi apa-apa yang dilakukan Jimmy di layar kaca menggirangkan, rasanya sah-sah saja mendapuknya sebagai ikon komedi pop era modern.

 

*Terima kasih Indra Cahya atas koreksinya*

(sumber gambar: today.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published.