Kekuatan lelucon kodian

Hina, jika seorang comic membawakan joke milik orang lain, terlebih jika joke tersebut adalah lelucon kodian. Di dunia stand-up comedy yang mendewakan personalisasi dan “orisinalitas”, begitulah pandangan yang beredar dan dianut oleh pelakunya. Joke kodian, atau ada juga yang menyebutnya sebagai street joke, biasa dipahami sebagai lelucon yang sudah amat lazim terdengar dan beredar lama di tengah masyarakat.

Akan tetapi, lelucon kodian itu sendiri tak sepenuhnya nista.

Continue reading →

Meresapi komedi dan memahami strategi Yudhit Ciphardian

“Saya ini orang Katolik yang biasa-biasa saja,” kata Yudhit Ciphardian di hadapan audience Joyful Catholic yang berusaha untuk menghibur sembari mengekspresikan pendapatnya tetapi tanpa tendensi menggurui. Soalnya, ia mengakui sendiri kalau punya dosa yang sama dengan orang-orang di hadapannya, sehingga ingin sesi penumpahan pemikirannya ini dimaknai layaknya sesi curhat dari orang dekat. Walau begitu, ia tetap ingin mengajak mereka dan kita semua untuk beragama dengan suka cita, tanpa perlu melakukannya secara ekstrem.

Continue reading →

Bagaimana menaklukkan lebih dari 1.000 penonton

Membuat orang tertawa tidaklah sederhana, apalagi yang jumlahnya ribuan. Tak banyak orang yang sejago itu, tetapi setidaknya, lima komika Stand-up Indo Malang ini pernah menuntaskan misi tersebut. Kali ini, mereka mau membuka kartu dalam rangka mengumbar tips dan trik hingga ritual untuk menghibur ribuan penonton berdasarkan pengalaman mereka.

Continue reading →

Sebuah kedengkian pada penonton Setengah Jalan Jakarta

Sabtu, 13 Mei 2017, Ernest Prakasa merampungkan rangkaian tur keempatnya sepanjang enam tahun berkarir sebagai seorang comic. Seperti biasa dan yang sudah-sudah, Jakarta, persisnya di Teater Besar, Taman Ismail Marzuki, menjadi persinggahan terakhir stand-up comedy show keliling Indonesia berjudul Setengah Jalan itu.

Dari pengamatan saya, muncul beragam testimonial positif dan ucapan selamat yang disanjungkan pada orang penting di balik Cek Toko Sebelah tersebut pasca #SetengahJalanJKT. Namun, mungkin, saya seorang penikmat sekaligus penonton yang kurang bersyukur. Sebab, walaupun Malang sempat disinggahi, tepatnya sebagai kota keempat (karena di Makassar ada kendala), saya masih merasa iri kepada para penonton show yang dihelat pada 13 Mei 2017 itu; sebabnya pun sepele.

Continue reading →

Gasgasan 2017: Anak kedua, special kedua Wawan Saktiawan

Lebih dari 4.200 penonton memadati Graha Cakrawala Unversitas Negeri Malang (UM), Sabtu 12 Mei 2017. Begitu klaim yang digaungkan MC Gasgasan 2017, Desilo Yuda dan Agus Juned. Namun saya yakin, warga Malang dan kota-kota di sekitarnya yang ngeluruk para comic yang namanya terpampang di poster jumlahnya lebih dari itu. Sebab, saya sendiri mengantongi kuitansi bernomor 5.000-an dan melihat langsung kalau di tribun sampai ada penonton yang duduk di tangga karena kehabisan kursi.

Saya yakin, mereka yang datang tak akan merasa percuma walau tak bisa tertawa hingga satu atau dua hari pasca dibahagiakan selama lebih dari tiga jam di acara ini.

Continue reading →

Yunani sebagai rahim komedi

Hampir bisa dipastikan, manusia sudah mengenal humor dan meresponsnya dengan tawa secara naluriah jauh sebelum humor dikemas menjadi suatu bentuk hiburan bernama komedi. Namun, peradaban Yunani Kunolah yang pertama kali menuliskan di buku sejarah kapan manusia tertawa, yaitu 2.500 tahun lalu.

Ya, sekitar tahun 487 SM, sudah telah ada fenomena saat publik berbondong-bondong menggeruduk teater demi menonton komedi.

Continue reading →

Siapa mentor-mentor Kevin Hart?

Tak mungkin mengesampingkan Kevin Hart di industri stand-up comedy saat ini. Selain tergolong sebagai comic produktif, terbukti dari rilisnya empat special sejak 2009, Kevin juga cukup sering dijumpai di layar lebar. Sumber rezekinya yang beragam ini lantas mengantarkannya sebagai comic dengan pemasukan tertinggi tahun 2016 versi Forbes, mengalahkan Jerry Seinfeld yang bertahun-tahun menjadi jawara.

Prestasi comic 37 tahun ini tentu tak didapat dengan mudah. Ada kerja keras dan tekad yang luar biasa di balik kesuksesannya. Apabila Anda penasaran siapa saja orang-orang yang mampu membuat Kevin Hart sebesar sekarang, mungkin ini saatnya bertemu dengan para mentor ayah dua anak itu.

Continue reading →

Robert Klein, “Neil Armstrong”-nya stand-up comedy

Amerika Serikat di era 70-an pada dasarnya hanya menyediakan tiga cara bagi masyarakat untuk menikmati stand-up comedy. Selain melalui cara konvensional, yaitu mendatangi langsung comedy club terdekat, penikmat seni ini bisa mendengarkan rekaman joke yang disimpan dalam piringan hitam atau menunggu penampilan singkat comic yang ‘menumpang’ program televisi The Tonight Show.

Namun secara tiba-tiba, Robert Klein mendobrak tradisi tersebut.

Continue reading →

Merekam stand-up comedy

Ketika usia stand-up comedy masih sebiji jagung, Pandji Pragiwaksono menyeruak dengan ide untuk menggelar special show atas namanya. Pada 28 Desember 2011, ia merealisasikan ide tersebut dengan berdiri di panggung Usmar Ismail Hall dan menyampaikan jokes-nya secara live selama lebih dari sejam.

Pagelaran bersejarah itu ternyata mendapat respons yang mengejutkan dari penikmat stand-up comedy Tanah Air, terutama di Jakarta.

Continue reading →